Mulut terasa pahit disebabkan oleh berbagai macam seperti asam lambung yang naik ke
kerongkongan sampai kepada efek samping radioterapi untuk pengobatan
kanker, sehingga menjadikan mulut terasa tidak enak. Rasa tidak enak biasanya berupa rasa pahit atau asam.
Berbicara
mengenai mulut yang terasa tidak enak, ada gangguan yang berkaitan
dengan hal tersebut. Dalam istilah medis, gangguan ini disebut
dysgeusia. Penderita dysgeusia merasakan mulutnya pahit, asam, asin
seperti tersentuh logam, bahkan, untuk kondisi yang lebih buruk, mulut
terasa tengik atau busuk.
Mulut
manusia memiliki sekitar sepuluh ribu tunas pengecap yang tersebar di
lidah, langit-langit mulut, serta kerongkongan yang berbatasan dengan
tenggorokan. Masing-masing tunas pengecap memiliki sekitar lima puluh
reseptor sel sensorik. Tunas pengecap inilah yang dapat menangkap lima
rasa utama, yaitu:
- Manis
- Asin
- Asam
- Pahit
- Gurih (umami)
Konsumsi
obat-obatan, perubahan hormon, tingkat kesehatan seseorang, kondisi
kehamilan, serta usia, dapat menjadi penyebab perubahan rasa pada mulut.
Mulut Terasa Pahit pada Ibu Hamil
Meskipun
tidak terlalu umum, ada ibu hamil yang mengalami dysgeusia, terutama
pada awal masa kehamilan. Rasa pada mulut yang tidak enak ini diduga
disebabkan oleh adanya hormon kehamilan.
Agar rasa pahit pada mulut ibu hamil ini tidak terlalu mengganggu, dapat disiasati dengan beberapa cara, yaitu:
Netralkan dengan garam
Kadang-kadang,
mulut yang terasa tidak enak ini bisa dikarenakan ibu hamil sensitif
terhadap makanan manis. Tambahkan sejumput garam pada makanan-makanan
manis yang akan dikonsumsi. Selain itu, utamakan mengonsumsi makanan
yang gurih, seperti keju, sebagai penetral rasa pahit.
Tambahkan perasa asam
Rasa
pahit pada mulut dapat dihilangkan dengan mengonsumsi makanan yang
terasa asam. Misalnya, air putih yang ditambah perasan lemon atau daging
yang direndam dalam cuka atau air jeruk nipis sebelum dimasak. Selain
membantu menghilangkan rasa pahit pada mulut, rasa asam dapat merangsang
produksi air liur sekaligus indera pengecap.
Makan apa saja
Jika
Anda tidak bisa mengonsumsi makanan tertentu karena berakibat mulut
terasa pahit, konsumsilah makanan apa saja yang bisa Anda makan. Di lain
sisi, tidak perlu merasa takut kekurangan gizi sebab rasa tidak enak
pada mulut akan berangsur hilang saat kehamilan memasuki trimester kedua
dan Anda bisa mulai mengatur gizi seimbang lagi. Anda juga dapat
mengkonsultasikan keadaan ini pada dokter jika kondisi ini membuat Anda
khawatir.
Menyikat gigi lebih sering
Menyikat
gigi lebih sering kemungkinan besar dapat membantu melenyapkan rasa
pahit di mulut. Jangan lupa, sikat pula permukaan lidah dan
langit-langit mulut. Setelah menyikat gigi, kumur dengan larutan baking
soda untuk menetralkan kadar pH dengan perbandingan baking soda ¼ sendok
makan dan air 1 cangkir.
Minta vitamin kunyah
Ada
satu cara lagi untuk menangani mulut terasa pahit, yaitu minta vitamin
kunyah pada dokter Anda. Vitamin untuk kehamilan yang dikonsumsi dengan
cara dikunyah ini mungkin dapat menetralkan rasa yang tidak enak
tersebut.
Mulut Terasa Pahit akibat Obat-Obatan
Seseorang
yang sedang mengonsumsi obat-obatan untuk mengobati suatu penyakit bisa
merasakan mulut yang terasa pahit, terutama pada pasien berusia lanjut.
Biasanya tim medis menyiasati dengan memberikan cairan yang telah
ditambah garam atau gula sebagai asupan dan penetral dari mulut yang
terasa pahit. Namun, ada kemungkinan mengalami efek samping berupa
hipertensi. Oleh karena itu, anggota keluarga perlu mendiskusikan
masalah diet pasien dengan dokter terkait, terutama bila hal ini
memperburuk kesehatan.
Untuk membantu mengurangi mulut yang terasa
pahit, Anda dapat berkumur dengan air, menyikat seluruh bagian dalam
mulut menggunakan pasta gigi, berkumur menggunakan mouthwash,
mengunyah permen karet bebas gula, dan mengganti peralatan makan yang
terbuat dari logam dengan peralatan yang terbuat dari plastik.
Banyak
hal bisa menjadi penyebab mulut terasa pahit, tapi sebelum melakukan
tindakan penanganan apa pun, ada baiknya untuk mencari penyebabnya
secara pasti terlebih dahulu. Berkonsultasilah kepada dokter agar Anda
mendapatkan solusi yang tepat.
