Karena perang melawan
spanyol yang berkepanjangan (1568 – 1648) telah membuat ekonomi Belanda
terpuruk, maka Belanda pun mulai berpikir untuk mencari daerah jajahan yang
bisa memperkuat ekonomi mereka. Terinspirasi dari keberhasilan Portugis dan
Spanyol menjajah wilayah Asia tenggara yang
mendatangkan keuntungan besar, maka Belanda pun mulai melakukan
ekspedisi ke Asia Tenggara yaitu Indonesia yang terkenal mempunyai hasil rempah-rempah
yang melimpah.
Belanda pertama kali datang ke Indonesia di bawah pimpinan Cornelis
de Houtman dan De Keyzer pada tahun 1596 di Banten. Dia awal kedatangannya, rombongan dagang Belanda
ini disambut baik oleh penduduk pesisir, karena niat mereka untuk berdagang
dengan penduduk lokal. Tapi kemudian karena bersikap sombong dan kasar, mereka
diusir oleh penduduk Banten. Belanda datang kembali ke
Banten pada tahun 1598 di bawah pimpinan Van Nede dan Van Heemskerck. Untuk
kedatangannya yang kedua ini, Belanda disambut penduduk Banten dengan baik.
Pada tahun 1599 rombongan Belanda yang dipimpin Jacob van Neck juga mendarat di Maluku.
Hal ini disambut rakyat Maluku dengan baik, karena pada saat itu rakyat Maluku
sedang bersitegang dengan Portugis. Kejadian ini membuat Belanda mendapatkan
keuntungan yang sangat besar.
Kemudian agar pemerintah
Belanda mendapatkan keuntungan yang banyak maka atas usulan Olden Berneveldt,
pada 20 Maret 1602 Belanda mendirikan kongsi dagang yang bernama bernama VOC
(Vereenigde Oost Indische Compagnie) yang berkantor di Banten dan dikepalai
oleh Francois Wittert.
Tujuan didirikannya VOC adalah:
a. Menghilangkan persaingan
yang merugikan para pedagang Belanda.
b. Menyatukan tenaga untuk
menghadapi persaingan dengan bangsa Portugis dan pedagang-pedagang lainnya di
Indonesia.
c. Mencari keuntungan yang
sebesar-besarnya untuk membiayai perang melawan Spanyol
Perkembangan Masyarakat,
Kebudayaan dan Pemerintahan pada masa Kolonial Eropa
Masa kolonial Belanda
Dengan berdirinya VOC sebagai pesekutuan dagang Belanda, maka Indonesia ketika itu telah memasuki era penjajahan Belanda. Kepengurusan VOC terdiri dari 17 orang (Heren Zeventien)
yang berkedudukan di Amsterdam. Untuk memperkuat kedudukannya, oleh pemerintah Belanda VOC
diberikan modal 6,5 juta gulden
Belanda dan Hak Octrooi (hak-hak istimewa), yaitu:
- Memiliki tentara dan
mendirikan benteng.
- Menduduki daerah asing.
- Mengangkat pegawai.
- Mengadakan perjanjian
dengan penguasa setempat.
- Membentuk pengadilan.
- Membuat Undang-Undang,
dan lain-lain.
Di samping itu juga diangkat pemimpin tertinggi VOC yang diberi
gelar Gubernur Jenderal. Gubernur Jenderal yang pernah memimpin VOC antara lain :
a. Pieter Both; Gubernur
Jenderal pertama VOC yang memerintah tahun 1610-1619 di Ambon.
b. Jean Pieterzoon Coen;
Gubernur Jenderal VOC kedua yang memindahkan pusat VOC dari Ambon ke Jayakarta
(Batavia).
Pemerintah Belanda dengan VOC bertindak kejam dan memeras hasil
pertanian atau pun perkebunan rakyat guna kepentingan bangsa Belanda. Hal ini
menyebabkan rakyat Indonesia menderita dan sengsara.
Setelah VOC berkuasa selama ± 200 tahun, ternyata mengalami
kebangkrutan dan kemunduran. Sebab-sebab kemunduran VOC adalah sebagai berikut:
a. Kas VOC kosong, disebabkan
oleh:
- VOC banyak mengeluarkan
biaya perang melawan rakyat.
- Pegawai VOC banyak
korupsi.
- Banyak menggaji tentara
dan pegawai VOC.
b. Prajurit VOC banyak yang
tewas menghadapi perlawanan rakyat.
Pemerintahan Daendels di Indonesia (1808-1811)
Herman Willem Daendels dikirim ke Indonesia oleh Louis Napoleon
Bonaparte dan diberi tugas untuk mengatur pemerintahan Indonesia serta
mempertahankan Indonesia (Pulau Jawa) dari serangan Inggris. Langkah-langkah
yang ditempuh Daendels di Indonesia antara lain:
a. Di bidang Militer
- Menarik orang-orang
Indonesia menjadi prajurit.
- Membangun pabrik senjata
di Kota Semarang dan Surabaya.
- Membangun pangkalan
angkatan laut di Anyer dan Panarukan.
- Membangun benteng-benteng
pertahanan.
b. Di Bidang Keuangan
- Melaksanakan
Contingenten, yaitu pajak yang berupa hasil bumi.
- Melaksanakan kebijakan
Verplichte Liverantie, yaitu kewajiban rakyat menjual sebagian hasil bumi
kepada pemerintah dengan harga yang telah ditetapkan.
- Melaksanakan Kebijakan Preanger
Stelsel, yaitu kewajiban rakyat di Priangan untuk menanam kopi.
- Menjual tanah negara
kepada pengusaha swasta Cina (Hou Ti Ko).
c. Di Bidang Perhubungan
Membangun jalan
raya dari Anyer sampai dengan Panarukan yang berjarak ± 1.000 km dengan sistem rodi/kerja paksa.
d. Di Bidang Politik
- Pulau Jawa dibagi menjadi
9 karesidenan yang kepalanya disebut residen.
- Bupati di seluruh Pulau
Jawa dijadikan pegawai pemerintahan Belanda.
- Mendirikan badan-badan
pengadilan.
- Memperbaiki gaji,
memberantas korupsi, memberi hukuman yang berat bagi pegawai yang curang.
Tindakan Daendels kejam dan sewenang-wenang, sehingga ia terkenal
dengan sebutan “Gubernur Tangan Besi”. Tindakan Daendels yang menjual tanah
kepada Hou Ti Ko tidak dibenarkan oleh Louis Napoleon Bonaparte. Daendels
dinyatakan bersalah, maka ia ditarik ke negeri Belanda dan digantikan oleh
Gubernur Jenderal Jan Willem Jansens (1811). Ternyata Jansens lemah dan kurang
cakap, sehingga Inggris berani menyerang kekuasaan Belanda di Indonesia. Belanda
kalah dan harus menandatangani Perjanjian Kapitulasi Tuntang pada tahun 1811.
Sejak saat itu Indonesia dikuasai Inggris.
