Advertise

 
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Minggu, 28 Agustus 2016

Penyebab dan Faktor Risiko Skizofrenia Paranoid

0 komentar

Skizofrenia paranoid adalah salah satu tipe skizofrenia di mana penderitanya mengalami delusi bahwa orang lain sedang bersekongkol melawan dirinya atau anggota keluarganya. Paranoid juga merupakan jenis skizofrenia dengan jumlah kasus kejadian paling banyak.
Kebanyakan penderita skizofrenia paranoid mengalami halusinasi suara, di mana mereka mendengar suara-suara yang tidak nyata. Umumnya, mereka juga mengalami delusi bahwa diri mereka lebih hebat, lebih kuat, serta punya pengaruh besar daripada  kenyataannya.
Penderita skizofrenia paranoid akan menghabiskan banyak waktunya untuk memikirkan cara melindungi diri dari musuh-musuh khayalan mereka. Dengan penanganan yang benar serta dukungan dari orang terdekat, biasanya pengidap kondisi ini punya kemungkinan sembuh yang besar.

Gejala Skizofrenia Paranoid

Gejala adalah sesuatu yang dirasakan dan diceritakan oleh penderita. Gejala-gejala utama yang dirasakan oleh penderita skizofrenia paranoid adalah:
  • Halusinasi suara.
  • Merasa cemas, curiga, berhati-hati, dan suka menyendiri.
  • Gangguan persepsi.
  • Merasa dirinya lebih hebat dari kenyataan (delusi kebesaran).
  • Delusi paranoid yang rutin dan stabil.
  • Mengalami perasaan cemburu tidak realistis (delusi cemburu).
Selain gejala-gejala utama, penderita skizofrenia paranoid juga mengalami beberapa gejala ringan yaitu:
  • Suasana hati yang tidak stabil (tapi gejalanya disini lebih ringan dibanding pada skizofrenia jenis lain).
  • Terobsesi dengan kematian, sekarat, atau kekerasan.
  • Merasa terperangkap atau putus asa.
  • Mengucapkan salam perpisahan yang tidak biasa.
  • Mendata orang-orang terdekat untuk membagikan barang-barang pribadi.
  • Meningkatnya konsumsi minuman keras atau obat-obatan.
  • Berubahnya pola tidur dan makan.

Penyebab dan Faktor Risiko Skizofrenia Paranoid

Sampai saat ini belum ditemukan penyebab pasti dari skizofrenia paranoid. Namun, beberapa penelitian memperlihatkan bahwa kebanyakan jenis skizofrenia disebabkan oleh disfungsi otak.
Dua faktor yang menyebabkan disfungsi otak tersebut adalah faktor keturunan dan lingkungan. Sedangkan pemicu utama munculnya skizofrenia sendiri adalah stres dan trauma.
Selain faktor keturunan, ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang berisiko terkena skizofrenia paranoid, yaitu:
  • Penyalahgunaan obat-obatan.
  • Infeksi virus dan malnutrisi, yang terjadi pada janin.
  • Usia saat mengandung. Orang tua yang mengandung ketika sudah berusia lanjut punya risiko lebih tinggi untuk melahirkan anak dengan skizofrenia.
  • Stres pada usia muda, bisa menjadi faktor pendukung munculnya skizofrenia.
  • Kekerasan atau trauma saat masih anak-anak.

Diagnosis Skizofrenia Paranoid

Diagnosis merupakan langkah dokter untuk mengidentifikasi penyakit atau kondisi yang menjelaskan gejala dan tanda-tanda yang dialami oleh pasien. Untuk mendiagnosis skizofrenia paranoid, dokter akan menjalankan beberapa pemeriksaan seperti:
  • Pemeriksaan fisik dan tes darah (terutama untuk membuktikan adanya gangguan tiroid, kadar alkohol, dan obat-obatan).
  • Tes pencitraan, termasuk MRI dan CT scan untuk memeriksa apakah terdapat luka di otak atau ketidaknormalan pada struktur otak.
  • Uji EEG (elektroensefalografi), untuk menguji fungsi otak penderita.
  • Evaluasi psikologis. Psikiater akan bertanya pada penderita tentang pikiran, perasaan, serta perilaku penderita.
  • Pengambilan sampel neuron dari hidung penderita. Molekul mikro RNA yang ada di dalam neuron akan diuji di laboratorium.

Pengobatan dan Komplikasi Skizofrenia Paranoid

Penderita membutuhkan penanganan rutin dan terus menerus, sebab skizofrenia paranoid merupakan penyakit mental kronis. Beberapa jenis penanganan untuk penderita skizofrenia paranoid adalah:
  • Pemberian obat-obatan. Jenis yang diberikan umumnya adalah obat antipsikotik atipikal, antipsikotik tipikal, antidepresan, anti cemas, atau penstabil mood.
  • Perawatan di Rumah Sakit Jiwa. Jika gejala semakin parah, maka penderita harus ditangani di Rumah Sakit Jiwa agar kebutuhan nutrisi serta istirahat bisa dipantau dan dipenuhi.
  • Terapi elektrokonvulsif (ECT). Penanganan ini digunakan bagi penderita yang mengalami gejala depresi parah dan penderita yang punya risiko tinggi bunuh diri.
  • Pelatihan keterampilan dan bersosialisasi. Penderita akan dilatih untuk hidup higienis, mengonsumsi makanan bernutrisi, dan memiliki komunikasi yang lebih baik.
Komplikasi serius bisa terjadi jika skizofrenia paranoid tidak ditangani. Beberapa komplikasi yang bisa disebabkan oleh skizofrenia paranoid adalah:
  • Depresi.
  • Masalah kebersihan.
  • Penyalahgunaan zat.
  • Malnutrisi.
  • Dorongan pikiran dan perilaku bunuh diri.
  • Penyakit yang disebabkan merokok.
Dalam kehidupan sosialnya, penderita skizofrenia paranoid juga berisiko menjadi pengangguran, tuna wisma, pelaku kriminal, menjadi korban kriminalitas serta ketidakmampuan untuk belajar.
Read more...

Penyebab Sering Buang Air Kecil

0 komentar


Sering buang air kecil bisa disebabkan terlalu banyak minum ataupun karena kondisi medis tertentu yang tidak boleh disepelekan. Normalnya, buang air kecil dalam sehari adalah 4-8 kali atau sebanyak 1-1,8 liter. Namun, sebagian orang bisa buang air kecil melebihi frekuensi tersebut, bahkan perlu bangun di malam hari untuk buang air kecil.
Buang air kecil melebihi frekuensi normal untuk waktu yang lama dapat mengindikasikan berbagai kondisi medis tertentu.
Sebelumnya, Anda harus memastikan apakah memang terlalu banyak minum atau waktu minum Anda mendekati jam tidur sehingga terbangun di malam hari untuk buang air kecil. Bila tidak demikian, perhatikanlah gejala lain yang mungkin Anda rasakan. Berikut adalah beberapa kondisi yang menyebabkan seringnya buang air kecil serta gejala lain yang mungkin menyertai.
  • Infeksi saluran kemih. Ingin selalu buang air kecil yang tidak dapat ditahan serta diiringi demam dan rasa tidak nyaman atau nyeri pada area perut dapat menjadi pertanda infeksi saluran kemih.
  • Kandung kemih terlalu aktif (overactive bladder). Kondisi di mana otot kandung kemih berkontraksi tiba-tiba secara tidak terkontrol sehingga menyebabkan keinginan untuk buang air kencing walaupun kandung kemih belum penuh urine.
  • Infeksi ginjal. Selain sering buang air kecil, gejalanya antara lain sakit punggung, sakit pada pangkal paha, mual, muntah, diare, demam, serta gemetaran.
  • Batu ginjal. Ini merupakan batu mineral yang terbentuk di dalam kandung kemih ketika urine terkonsentrasi. Gejala lainnya adalah kencing yang keluar sedikit-sedikit disertai rasa nyeri, bangun tidur di malam hari untuk kencing, sakit pada perut bagian bawah, terdapat darah pada urine atau warna urine berubah gelap maupun keruh.
  • Kehamilan. Pada awal kehamilan, uterus akan tumbuh dan menekan kandung kemih, sehingga menyebabkan sering buang air kecil.
  • Diabetes. Sering buang air kecil dengan jumlah urine yang tidak normal seringkali merupakan gejala diabetes. Hal ini disebabkan karena tubuh berusaha membersihkan glukosa yang tidak terpakai di darah melalui urine.
  • Gangguan prostat. Pembesaran prostat dapat menekan uretra atau saluran kemih dan menutup aliran urine. Hal ini menyebabkan dinding kandung kemih mengalami iritasi. Akibatnya, kandung kemih menjadi mudah berkontraksi bahkan ketika hanya ada sedikit urine, sehingga sering muncul rasa ingin buang air kecil.
  • Mengonsumsi obat-obatan diuretik, yaitu obat untuk tekanan darah tinggi atau penimbunan cairan di ginjal. Obat ini akan membuang cairan berlebih di dalam tubuh, mengakibatkan keinginan buang air kecil secara terus menerus.
  • Stroke atau penyakit saraf. Kerusakan pada saraf yang berkaitan dengan fungsi kandung kemih dapat memicu seringnya buang air kecil.
  • Divertikulitis atau peradangan pada dinding usus besar. Gejalanya yaitu rasa nyeri yang berawal dari pusar dan bergerak ke perut bagian bawah, demam, sering buang air kecil yang disertai rasa nyeri saat kencing, dan pendarahan dari dubur.
  • Faktor psikologis. Salah satunya adalah kecemasan berlebihan yang berlangsung lama. Misalnya kekhawatiran tentang keuangan, pekerjaan, sekolah, atau keluarga, tapi tidak dapat menjelaskan penyebabnya secara spesifik (gangguan cemas menyeluruh). Gejala selain sering buang air kecil yaitu jantung berdebar-debar, berkeringat, otot tegang, sulit tidur, mudah terkejut, mudah marah, sulit konsentrasi, gemetaran, mual, diare, sakit punggung, serta sakit kepala.
Biasanya diperlukan pemeriksaan urine untuk mengetahui apakah ada senyawa abnormal dalam urine. Selain itu, mungkin juga dilakukan tes lainnya seperti tes pencitraan, tes neurologis, serta tes urodinamik. Tes pencitraan seperti USG bertujuan untuk menampilkan gambar dari dalam tubuh. Tes neurologis bertujuan untuk memeriksa apakah ada gangguan saraf. Sedangkan tes urodinamik berguna untuk memeriksa seberapa baik keadaan kandung kemih, sfingter, dan uretra.
Pengobatan untuk kondisi sering buang air kecil adalah tergantung dari penyebabnya. Bila dikarenakan oleh infeksi, dokter biasanya akan memberikan antibiotik. Bila diabetes sebagai penyebab, maka penanganannya adalah mengontrol gula darah. Kondisi kandung kemih terlalu aktif (overactive bladder) dapat dibantu dengan langkah-langkah berikut:
  • Melatih kandung kemih selama kurang lebih dua belas minggu. Cara melatihnya tergolong sederhana, yaitu mengendalikan jarak waktu buang air kecil. Hal ini dapat mengurangi frekuensi buang air kecil serta melatih kandung kemih untuk menyimpan urine lebih lama.
  • Senam kegel dipercaya dapat menguatkan otot di sekitar kandung kemih dan uretra, sehingga dapat mengurangi dorongan buang air kecil. Mengendalikan kandung kemih dapat dilakukan dengan latihan yang berfokus pada panggul selama lima menit. Lakukan latihan ini setidaknya tiga kali dalam sehari.
  • Mengubah pola makan, seperti menghindari konsumsi minuman keras, kafein, soda, tomat, cokelat, makanan pedas, serta pemanis buatan. Di samping itu, konstipasi juga dapat memicu seringnya buang air kecil. Perbanyaklah mengonsumsi makanan kaya serat dan cukupi kebutuhan air putih, tetapi sebaiknya menghindari minum ketika ingin tidur di malam hari.
  • Akupuntur dipercaya dapat membantu wanita mengatasi masalah sering buang air kecil dengan memanipulasi titik akupuntur tertentu.
Read more...

Penyebab Dan Diagnosis Infeksi Saluran Kemih

0 komentar

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah kondisi ketika organ yang termasuk ke dalam sistem kemih, yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra, mengalami infeksi. Infeksi saluran kemih dapat terjadi pada siapa saja. Akan tetapi, karena tubuh wanita memiliki saluran uretra yang lebih pendek, maka wanita lebih rentan mengalami infeksi saluran kemih.
Berawal dari ginjal, kotoran di dalam darah disaring dan dikeluarkan dalam bentuk air urine. Kemudian urine tersebut dialirkan dari ginjal melalui ureter menuju tempat penampungan yang disebut kandung kemih. Setelah ditampung, urine kemudian dibuang dari tubuh melalui saluran pelepasan yang disebut uretra.
Berdasarkan gejalanya, ISK dapat dibagi menjadi dua, yaitu ISK bagian bawah dan ISK bagian atas. ISK bagian bawah merupakan infeksi yang terjadi pada uretra dan kandung kemih (sistitis). Gejala dari kondisi ini meliputi rasa ingin selalu buang air kecil, nyeri atau perih saat buang air kecil, warna urine yang keruh, dan bau urine yang tidak sedap. Sedangkan ISK bagian atas merupakan infeksi yang terjadi pada ureter dan ginjal. Gejala dari kondisi ini meliputi nyeri pada bagian selangkangan, mual, dan demam.

Penyebab Infeksi Saluran Kemih

Sebagian besar kasus ISK disebabkan oleh bakteri Escherichia coli atau E. coli yang umumnya hidup di dalam saluran cerna. Diperkirakan bakteri ini masuk ke dalam saluran uretra seseorang ketika kurang baik dalam melakukan pembersihan setelah buang air besar maupun kecil. Misalnya pada saat kertas toilet yang dia gunakan untuk membersihkan anus turut menyentuh organ kelaminnya, maka bakteri dapat masuk ke saluran kemih. Dalam kasus seperti ini wanita lebih rentan terkena ISK karena jarak uretra dengan anus pada tubuh mereka lebih dekat dan pintu uretra yang dekat dengan kandung kemih.
ISK juga bisa disebabkan oleh iritasi setelah berhubungan seksual dan akibat terganggunya kinerja pengosongan urin oleh kondisi tertentu (misal, pada sumbatan saluran kemih akibat batu ginjal).

Diagnosis Infeksi Saluran Kemih

Selain memeriksa riwayat kesehatan pasien dan menanyakan gejala-gejala yang dirasakan, upaya mendiagnosis ISK juga dapat dilakukan melalui beberapa tes untuk melihat adanya bakteri atau gangguan di dalam organ-organ saluran kemih. Beberapa jenis tes tersebut di antaranya seperti tes urine dan darah, pemeriksaan dengan menggunakan CT scan, sistoskopi, serta USG.

Pengobatan Infeksi Saluran Kemih

Penyembuhan ISK dapat dilakukan dengan menggunakan obat-obatan antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Selain antibiotik, obat pereda nyeri seperti parasetamol juga mungkin diperlukan untuk meredakan demam atau rasa sakit yang ada.
ISK yang tergolong ringan biasanya sembuh setelah beberapa hari dilakukan pengobatan. Namun jika tergolong parah, penderita akan membutuhkan rawat inap beberapa hari di rumah sakit.

Komplikasi Infeksi Saluran Kemih

Tanganilah secepatnya jika Anda mulai merasakan gejala infeksi saluran kemih (ISK). Jika ISK dibiarkan berlarut-larut tanpa diobati, terutama jika Anda sering mengalaminya, bukan tidak mungkin ISK dapat menimbulkan komplikasi yang tergolong serius, misalnya gangguan pada ginjal dan sepsis.
Read more...

Cara Mudah Mengatasi Mulut Terasa Pahit

0 komentar

Mulut terasa pahit disebabkan oleh berbagai macam seperti asam lambung yang naik ke kerongkongan sampai kepada efek samping radioterapi untuk pengobatan kanker, sehingga menjadikan mulut terasa tidak enak. Rasa tidak enak biasanya berupa rasa pahit atau asam.
Berbicara mengenai mulut yang terasa tidak enak, ada gangguan yang berkaitan dengan hal tersebut. Dalam istilah medis, gangguan ini disebut dysgeusia. Penderita dysgeusia merasakan mulutnya pahit, asam, asin seperti tersentuh logam, bahkan, untuk kondisi yang lebih buruk, mulut terasa tengik atau busuk.
Mulut manusia memiliki sekitar sepuluh ribu tunas pengecap yang tersebar di lidah, langit-langit mulut, serta kerongkongan yang berbatasan dengan tenggorokan. Masing-masing tunas pengecap memiliki sekitar lima puluh reseptor sel sensorik.  Tunas pengecap inilah yang dapat menangkap lima rasa utama, yaitu:
  • Manis
  • Asin
  • Asam
  • Pahit
  • Gurih (umami)
Konsumsi obat-obatan, perubahan hormon, tingkat kesehatan seseorang, kondisi kehamilan, serta usia, dapat menjadi penyebab perubahan rasa pada mulut.

Mulut Terasa Pahit pada Ibu Hamil
Meskipun tidak terlalu umum, ada ibu hamil yang mengalami dysgeusia, terutama pada awal masa kehamilan. Rasa pada mulut yang tidak enak ini diduga disebabkan oleh adanya hormon kehamilan.
Agar rasa pahit pada mulut ibu hamil ini tidak terlalu mengganggu, dapat disiasati dengan beberapa cara, yaitu:
Netralkan dengan garam
Kadang-kadang, mulut yang terasa tidak enak ini bisa dikarenakan ibu hamil sensitif terhadap makanan manis. Tambahkan sejumput garam pada makanan-makanan manis yang akan dikonsumsi. Selain itu, utamakan mengonsumsi makanan yang gurih, seperti keju, sebagai penetral rasa pahit.
Tambahkan perasa asam
Rasa pahit pada mulut dapat dihilangkan dengan mengonsumsi makanan yang terasa asam. Misalnya, air putih yang ditambah perasan lemon atau daging yang direndam dalam cuka atau air jeruk nipis sebelum dimasak. Selain membantu menghilangkan rasa pahit pada mulut, rasa asam dapat merangsang produksi air liur sekaligus indera pengecap.
Makan apa saja
Jika Anda tidak bisa mengonsumsi makanan tertentu karena berakibat mulut terasa pahit, konsumsilah makanan apa saja yang bisa Anda makan. Di lain sisi, tidak perlu merasa takut kekurangan gizi sebab rasa tidak enak pada mulut akan berangsur hilang saat kehamilan memasuki trimester kedua dan Anda bisa mulai mengatur gizi seimbang lagi. Anda juga dapat mengkonsultasikan keadaan ini pada dokter jika kondisi ini membuat Anda khawatir.
Menyikat gigi lebih sering
Menyikat gigi lebih sering kemungkinan besar dapat membantu melenyapkan rasa pahit di mulut. Jangan lupa, sikat pula permukaan lidah dan langit-langit mulut. Setelah menyikat gigi, kumur dengan larutan baking soda untuk menetralkan kadar pH dengan perbandingan baking soda ¼ sendok makan dan air 1 cangkir.
Minta vitamin kunyah
Ada satu cara lagi untuk menangani mulut terasa pahit, yaitu minta vitamin kunyah pada dokter Anda. Vitamin untuk kehamilan yang dikonsumsi dengan cara dikunyah ini mungkin dapat menetralkan rasa yang tidak enak tersebut.

Mulut Terasa Pahit akibat Obat-Obatan
Seseorang yang sedang mengonsumsi obat-obatan untuk mengobati suatu penyakit bisa merasakan mulut yang terasa pahit, terutama pada pasien berusia lanjut. Biasanya tim medis menyiasati dengan memberikan cairan yang telah ditambah garam atau gula sebagai asupan dan penetral dari mulut yang terasa pahit. Namun, ada kemungkinan mengalami efek samping berupa hipertensi. Oleh karena itu, anggota keluarga perlu mendiskusikan masalah diet pasien dengan dokter terkait, terutama bila hal ini memperburuk kesehatan.
Untuk membantu mengurangi mulut yang terasa pahit, Anda dapat berkumur dengan air, menyikat seluruh bagian dalam mulut menggunakan pasta gigi, berkumur menggunakan mouthwash, mengunyah permen karet bebas gula, dan mengganti peralatan makan yang terbuat dari logam dengan peralatan yang terbuat dari plastik.

Banyak hal bisa menjadi penyebab mulut terasa pahit, tapi sebelum melakukan tindakan penanganan apa pun, ada baiknya untuk mencari penyebabnya secara pasti terlebih dahulu. Berkonsultasilah kepada dokter agar Anda mendapatkan solusi yang tepat.
Read more...

Tips memilih Kacamata Minus Agar Penampilan Tetap Ok

0 komentar


Kacamata digunakan untuk membantu penglihatan Anda tidak mampu melihat sesuatu berjarak jauh atau disebut miopia (rabun jauh). Lensa pada kacamata minus berfungsi mengatur cahaya yang masuk ke mata, mengarahkan cahaya tersebut untuk jatuh di tempat yang tepat, yaitu di retina.
Meskipun sudah menggunakan kacamata minus, Anda tetap harus memeriksakan kondisi mata secara berkala. Apabila penglihatan mulai terasa tidak nyaman, kemungkinan kondisi mata Anda mengalami perubahan. Dengan kata lain, lensa kacamata tersebut juga harus diperiksa dan mungkin diganti.

Meski sudah jelas alat bantu penglihatan ini bermanfaat, namun sayangnya masih ada anggapan bahwa memakai kacamata membuat penampilan menjadi tidak prima. Anda dianggap tampak seperti kutu buku, kuno, dan jauh dari kesan trendi.
Meski mungkin anggapan semacam ini benar, bukan berarti Anda tidak bisa tampil keren dengan kacamata. Ada tips dan trik yang bisa dipelajari untuk mengakalinya, yaitu:

Kenali bentuk wajah
Bentuk wajah sangat berpengaruh pada pemilihan bingkai kacamata minus atau kacamata lainnya seperti kacamata baca dan kacamata pelindung dari matahari (sunglasses) yang Anda kenakan. Karenanya, kenali wajah Anda dengan baik agar nantinya mudah dalam memilih bingkai kacamata.
Bentuk wajah terbagi empat, yaitu bulat (jarak antara dahi ke dagu sama dengan jarak dari pipi kiri ke pipi kanan), persegi (rahang lebih menonjol sehingga wajah terkesan tajam), bentuk hati (dahi lebar dan dagu berbentuk runcing), dan oval (wajah seimbang dan tampak panjang).

Pilih bingkai sesuai bentuk wajah
Setelah menyadari bentuk wajah sendiri, kini saatnya menyesuaikan pilihan bingkai kacamata minus yang cocok.
  • Wajah persegi, pilih bingkai kacamata yang mengurangi ketegasan rahang Anda, yaitu yang berbentuk melebar, serta lensa yang tipis.
  • Wajah bulat, pilih bingkai kacamata dengan lensa berbentuk lebar, jangan yang memanjang ke atas. Gunakan kacamata dengan bantalan hidung untuk mengalihkan perhatian dari pipi Anda yang bulat.]
  • Wajah berbentuk hati, pilih bingkai dengan bagian bawah lebih luas daripada bagian atas, untuk menambah kesan wajah yang seimbang.
  • Wajah oval, paling ideal di antara semua wajah. Anda tinggal memilih bingkai yang lebarnya sesuai dengan lebar wajah Anda.
Hindari lensa tebal
Hindari kacamata yang memiliki lensa tebal. Lensa seperti ini terasa berat dan terkesan terlalu besar. Lensa tebal inilah yang membuat wajah tampak kuno, terkesan kutu buku, dan dianggap tidak trendy. Sebaliknya, pilih lensa yang tipis agar terasa ringan dan terkesan lebih modern. Pilih lensa yang terbuat dari bahan polikarbonat yang ringan, lebih terjangkau dari segi harga, dan tidak mudah rusak.
Read more...

Berita Terbaru

 

Copyright © Monitor Jurnal