Advertise

 
Tampilkan postingan dengan label Mualaf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mualaf. Tampilkan semua postingan
Senin, 29 Agustus 2016

Setelah Murtad,Aku Rindu Sholat,Ungkap Nia kumiati

0 komentar




Keinginan Nia Kurniati kembali memeluk agama Islam, diakuinya sudah terbesit dari dulu. Namun, ia mengaku belum menemukan waktu yang tepat. Dan kasus pembunuhan yang membuatnya mendekam di penjara Polres Depok, ternyata memberikan hikmah. Ia mengucapkan syahadat satu hari jelang Ramadhan, Jumat (20/7) kemarin.
Kasus yang membelitnya, diakui Nia membuat tekadnya semakin kuat untuk kembali menjadi muslimah. Ia pun meminta kepada ustadz di Masjid Polres Depok, Jawa Barat untuk menjadi saksi atas keislamannya. Ba’da Shalat Jumat, disaksikan para jamaah, Nia mengucapkan dua kalimat syahadat di aula Polres Depok. (baca: Sempat Murtad, Tersangka Pembunuhan Jadi Mualaf).
Humas Polres Depok, Bagus Suwardi Sip mengatakan, Nia mungkin mengalami kegelisahan. Sampai akhirnya Nia mengatakan kepada Bagus, jika ia ingin kembali memeluk Islam. Saat itu, Bagus mengatakan kepada Nia, “Kalau kamu masuk Islam harus secara kaffah, bukan tanggung-tanggung. Jangan separo-separo.”
Bagus yang disapa ‘Ayah’ oleh Nia, mengaku ikut bahagia dengan kembalinya Nia memeluk agama Islam. Paling tidak, kata Bagus, ia lebih gampang memberikan motivasi kehidupan agar Nia lebih tenang menjalani hidup. Bagus berharap, Nia dapat diberikan hidayah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Kepada ROL, Nia mengaku hatinya lega setelah mengucapkan dua kalimat syahadat. Ketika berdoa, ia merasa lepas tanpa beban. Keluarganya pun diakui Nia sangat mendukung keputusannya tersebut. Dan Nia pun mulai kembali berpuasa setelah tiga tahun absen.
“Sekarang ini saya sudah berpuasa lagi, setelah selama tiga tahun enggak berpuasa,” kata ibu satu anak ini di Polres Depok, Jalan Margonda Raya 14, Senin (23/7) kemarin.
Nia berharap, di bulan suci Ramadhan ini ia dapat ampunan dosa dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan dibukakan pintu maaf yang selebar-lebarnya oleh orang-orang yang telah disusahkannya. Wanita 20 tahun itu juga berharap Ramadhan tahun ini menjadi bulan barakah untuk kehidupannya.
Kini Nia mencoba lebih dekat dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ia mencoba menjalankan ibadah puasa serta belajar shalat kembali, dua kewajiban yang ia selalu rindukan. Namun ia mengaku tak pernah lupa akan bacaan-bacaan shalat. Sebab, dari kecil Nia telah diajarkan shalat dan mengaji oleh kedua orangtuanya.
Lebih lanjut Nia mengatakan, dirinya akan mencoba memakai jilbab, untuk menjadi seorang muslimah yang kaffah sesuai tuntutan Islam. Ia mengaku menyesali perbuatannya yang telah keluar dari agama Islam. “Kalau bisa nangis tiap hari nangis tiap hari. Tapi masalahnya air mata sudah kering,” ujarnya dengan wajah sendu.(kisahmuallaf.com)
Read more...

Islam Adalah Agama Saya,Leslie Pridgen

0 komentar





Islam adalah agama Rahmatan lil'alamin..yang artinya agama untuk semua umat yang ter-rahmati,,,dan hidayah itu datang dengan tak terduga dan semua orang pasti menginginkan akan Hidayah.“Agama saya adalah segalanya buat saya. Agama yang membuat saya selalu bergerak setiap hari,” kata Freeway, penyanyi rap terkenal di AS, berkomentar tentang agama Islam yang dipeluknya dari usia remaja hingga sekarang.
“Islam adalah hati saya, Islam adalah jiwa saya,” kata lelaki yang sekarang sudah memiliki dua putra itu dalam wawancara dengan CNN.
Freeway yang bernama asli Leslie Pridgen mengucapkan dua kalimat syahadat saat usianya masih 14 tahun. Sejak menjadi seorang muslim, sifatnya yang temperamental layaknya seorang anak ABG (Anak Baru Gede) banyak berubah dan mengantarnya menjadi seorang bintang penyanyi rap seperti sekarang ini.

Freeway menyatakan sangat bangga menjadi seorang muslim. Baginya, Islam sudah menjadi bagian hidupnya. Meski ia mengakui, keimanannya berubah-ubah ketika ia dewasa dan menjadi seorang artis. Ia harus menyeimbangkan antara kehidupannya sebagai seorang muslim dan kredibilitasnya sebagai seorang artis hip-hop,
Setiap hari Jumat, Freeway bergegas ke masjid Al-Aqsa Islamic Society di North Philadelphia untuk menunaikan salat Jumat. Ia juga sangat selektif memilih kata-kata untuk syair lagunya dan selalu menanamkan dalam pikirannya bahwa para penggemarnya bisa mengambil manfaat dari lagu-lagunya.

“Para penggemar saya bisa mendapatkan lebih dari sekedar musik, karena saya menyampaikan banyak pesan. Sekarang saya makin peduli dengan apa yang saya katakan, karena dalam Islam, kami meyakini bahwa kami akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kami ucapkan,” kata Freeway.

Pengalaman hidup telah membentuk Freeway menjadi seorang lelaki dewasa yang matang, seorang ayah, seorang artis dan seorang muslim. Ia pernah kehilangan seorang sepupu dan seorang sahabat dekat dalam sebuah peristiwa kekerasan bersenjata. Sejak itu pendekatannya berubah dan membuatnya menjadi lebih dewasa.
“Saya tentu saja tidak berada dalam situasi yang sama ketika saya pertama kali memulainya, ketika saya masih berkeliaran di jalan, luntang lantung melakukan hal-hal yang gila. Setiap hari adalah kerja, setiap hari adalah godaan,” tukasnya.

Meski sudah menjadi seorang artis rap terkenal, Freeway tetap menempatkan agamanya di atas segalanya. Dan ia bukan satu-satunya artis rap muslim di Philadephia yang bersikap demikian.
“Ada Lupe Fiasco, Q-Tip, Mos Def–mereka semua secara terbuka mengakui sebagai muslim,” kata Amir Abbasy, manager Freeway.
Sebagai seorang publik figur, Freeway tidak segan-segan untuk berbagi pengalam hidupnya dengan orang lain. Ia misalnya, menjadi pembicara dalam sebuah workshop tentang bullying di sekolah Philadelphia pada hari yang sama ketika Kongres AS menggelar dengar pendapat tentang radikalisasi Muslim Amerika yang digagas oleh Senator Peter King, ketua Komite Keamanan Dalam Negeri di Senat AS.

Freeway menilai dengar pendapat itu sudah dengan tidak adil menyoroti Muslim di Amerika. “Itu sebuah kebodohan, sebuah omong kosong. Anda tidak bisa menilai seluruh masyarakat hanya dari segelintir orang yang melakukan kesalahan,” tandas Freeway yang selalu menjaga salat lima waktunya.

Managernya, Amir Abbasy mengakui kesungguhan Freeway untuk menjadi seorang muslim yang taat. “Suatu saat, ketika ia memutuskan untuk berhenti menyanyi, agamanya tetap bersamanya. Agamanya, itulah hidupnya. Ia akan bangun tanpa mikrofon di tangannya, tapi ia akan bangun untuk salat,” tukas Abbasy.(kisahmualaf.com)

Read more...
Selasa, 09 Agustus 2016

Preman Dapat Hidayah Karena Traktiran

0 komentar



Dua muslimah dan satu anaknya ini tengah makan siang di sebuah restoran di Jerman. Satu muslimah asal Indonesia, sedangkan yang lainnya adalah muslimah Turki yang menyertakan anaknya.
Keduanya menikmati sajian roti di restauran itu sembari berdiskusi kecil tentang Islam dan aneka kisah kehidupan keduanya.
Berselang lama, datanglah dua orang laki-laki dewasa khas berandalan Eropa. Rambut awut-awutan, logat bahasa kasar dan sorot mata yang bengis. Kedua laki-laki itu, duduk di jarak lima meter dari tempat muslimah yang sedari tadi asik dengan makanan dan obrolan ringannya.
Mulanya, kedua muslimah itu tak hiraukan kedua preman tersebut. Lagipula, keduanya memang tak miliki urusan apa pun. Namun, sebuah dialog antara kedua preman itu memancing emosi salah satu muslimah nan baik hati ini.
Terdengar jelas, salah satu diantara mereka berkata, “Kau tahu mengapa bentuk roti di negeri kita mirip dengan lambang salah satu negara Islam itu?”
Yang ditanya menggeleng, tanpa kalimat. Ia yang bertanya pun menjawabnya sendiri, menerangkan, “Karena kita membenci negara itu. Jadi, ketika kau melahapnya, bayangkanlah bahwa kau juga melahap negeri itu,” ungkapnya diiriingi tawa melecehkan.
Merasa dihina, muslimah asal Indonesia langsung mengambil posisi berdiri, hendak membalas hinaan manusia tak beradab itu. Namun, oleh saudari muslimah asal Turki itu, ia dicegah. Dengan lembut, ia menerangkan, “Aku punya cara yang lebih baik untuk membalas hinaan itu.”
Tak lama kemudian, kedua muslimah itu selesai makan. Ketika mendatangi kasir untuk membayar tagihan, muslimah Turki itu berkata kepada petugas yang melayaninya, “Tolong sekalian dihitung jumlah tagihan dua orang di sebelah sana,” pintanya sembari menunjuk ke arah dua preman itu.
Melihat keanehan ini, sobatnya asal Indonesia bertanya keheranan. Namun, ia yang ditanya hanya menjawab santai, “kelak, kau akan tahu tujuanku.” Keduanya pun berlalu setelah menitipkan secarik kertas kepada kasir untuk disampaikan kepada kedua preman yang ditraktirnya itu.
Setelah selesai dengan makan dan obrolannya, kedua preman itu pun beranjak menuju kasir. Sesampainya di sana, air mukanya nampak kebingungan sebab tagihannya sudah dilunasi oleh seeorang yang sama sekali tak dikenalnya.
Sebelum keduanya beranjak, kasir menyampaikan titipan kertas untuk mereka. Di dalam kertas itu tertulis nama, agama dan alamat email serta ucapan selamat makan.
Dengan terbelalak, timbullah rasa malu di wajah kedua preman itu. Pasalnya, baru saja mereka menghina negara Islam tempat muslimah baik hati itu berasal.
Berselang bulan, terdapatlah pesan di akun email sang muslimah. Tertulis di sana, “Terimakasih. Maafkan atas kelancanganku. Kini, karena hidayah Allah melalui kebaikanmu, aku telah menjadi muslim.”
Subhanallahi walhamdulillahi Allahu Akbar.
(kisahhikmah.com)
Read more...

Berita Terbaru

 

Copyright © Monitor Jurnal