Advertise

 
Minggu, 28 Agustus 2016

Perlawanan Trunojoyo melawan VOC

0 komentar

Raden Trunojoyo,  bergelar Panembahan Maduretno adalah seorang bangsawan Madura yang pernah melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan Amangkurat I dan Amangkurat II dari Mataram. Pasukannya yang bermarkas di Kediri pernah menyerang dan berhasil menjarah keraton Mataram tahun 1677, yang mengakibatkan Amangkurat I melarikan diri dan meninggal dalam pelariannya. Trunojoyo akhirnya berhasil dikalahkan Mataram dengan bantuan dari VOC pada penghujung tahun 1679.

Perlawanan Trunojoyo terhadap voc berkobar pada tahun 1674-1679. Ketika itu tahta Kerajaan Mataram diduduki oleh Sunan Amangkurat 1, pengganti Siltan Agung. Sunan Amangkurat 1 mempunyai 2 sifat yang tidak disenangi oleh rakyat, yaitu :
1. Kejam dan sewenang-wenang terhadap rakyat.
2. Sangat dekat, bahkan bersahabat dengan VOC.
Maka pada zaman pemerintahannya, meletuslah pemberontakan di bawah pimpinan Trunojoyo (Trunajaya), seorang pangeran dari Madura. Dengan bantuan putra-putra Makasar, Trunajaya dapat menguasai seluruh Jawa Timur dan sebagian Jawa Tengah. Kemudian ia mendirikan kerajaan di Kedri.
Sunan Amangkurat 1 minta bantuan kepada VOC. Sebelum bantuan datang, Trunajaya telah dapat merebut ibu kota Mataram. Maka Amangkurat 1 melarikan diri, dan wafat di Tegalarum.
Oleh karena itu Amangkurat I kemudian terkenal dengan sebutan Sunan Tegalarum. Penggantinya ialah Sunan Aangkurat 2. Ia minta bantuan VOC untuk menundukkan Trunajaya. Sebelum bantuan diberikan dibuatlah perjanjian.

Adipati Anom dinobatkan menjadi Amangkurat II, dan Mataram secara resmi menandatangani persekutuan dengan VOC untuk melawan Trunojoyo. Persekutuan ini dikenal dengan nama Perjanjian Jepara (September 1677) yang isinya Sultan Amangkurat II Raja Mataram harus menyerahkan pesisir Utara Jawa jika VOC membantu memenangkan terhadap pemberontakan Trunojoyo.
Trunojoyo yang setelah kemenangannya bergelar Panembahan Maduretno, kemudian mendirikan pemerintahannya sendiri. Saat itu hampir seluruh wilayah pesisir Jawa sudah jatuh ke tangan Trunajaya, meskipun wilayah pedalaman masih banyak yang setia kepada Mataram. VOC sendiri pernah mencoba menawarkan perdamaian, dan meminta Trunojoyo agar datang secara pribadi ke benteng VOC di Danareja. Trunojoyo menolak tawaran tersebut.
 


Leave a Reply

Berita Terbaru

 

Copyright © Monitor Jurnal