Raden Trunojoyo, bergelar Panembahan Maduretno adalah seorang bangsawan Madura yang pernah melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan Amangkurat I dan Amangkurat II dari Mataram. Pasukannya yang bermarkas di Kediri pernah menyerang dan berhasil menjarah keraton
Mataram tahun 1677, yang mengakibatkan Amangkurat I melarikan diri dan
meninggal dalam pelariannya. Trunojoyo akhirnya berhasil dikalahkan
Mataram dengan bantuan dari VOC pada penghujung tahun 1679.
Perlawanan Trunojoyo terhadap voc
berkobar pada tahun 1674-1679. Ketika itu tahta Kerajaan Mataram
diduduki oleh Sunan Amangkurat 1, pengganti Siltan Agung. Sunan
Amangkurat 1 mempunyai 2 sifat yang tidak disenangi oleh rakyat, yaitu :
1. Kejam dan sewenang-wenang terhadap rakyat.
2. Sangat dekat, bahkan bersahabat dengan VOC.
Maka
pada zaman pemerintahannya, meletuslah pemberontakan di bawah pimpinan
Trunojoyo (Trunajaya), seorang pangeran dari Madura. Dengan bantuan
putra-putra Makasar, Trunajaya dapat menguasai seluruh Jawa Timur dan
sebagian Jawa Tengah. Kemudian ia mendirikan kerajaan di Kedri.
Sunan Amangkurat 1 minta bantuan kepada
VOC. Sebelum bantuan datang, Trunajaya telah dapat merebut ibu kota
Mataram. Maka Amangkurat 1 melarikan diri, dan wafat di Tegalarum.
Oleh karena itu Amangkurat I kemudian
terkenal dengan sebutan Sunan Tegalarum. Penggantinya ialah Sunan
Aangkurat 2. Ia minta bantuan VOC untuk menundukkan Trunajaya. Sebelum
bantuan diberikan dibuatlah perjanjian.
Adipati Anom dinobatkan menjadi Amangkurat II, dan Mataram secara
resmi menandatangani persekutuan dengan VOC untuk melawan Trunojoyo.
Persekutuan ini dikenal dengan nama Perjanjian Jepara (September 1677)
yang isinya Sultan Amangkurat II Raja Mataram harus menyerahkan pesisir
Utara Jawa jika VOC membantu memenangkan terhadap pemberontakan
Trunojoyo.
Trunojoyo yang setelah kemenangannya bergelar Panembahan Maduretno,
kemudian mendirikan pemerintahannya sendiri. Saat itu hampir seluruh
wilayah pesisir Jawa sudah jatuh ke tangan Trunajaya, meskipun wilayah
pedalaman masih banyak yang setia kepada Mataram. VOC sendiri pernah
mencoba menawarkan perdamaian, dan meminta Trunojoyo agar datang secara
pribadi ke benteng VOC di Danareja. Trunojoyo menolak tawaran tersebut.
