Advertise

 
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Jumat, 02 September 2016

Akankah NBA Tetap Menarik Sepeninggalnya Kobe Bryant Dan Tim Duncan??

0 komentar






Ada yang beda dalam kancah kompetisi basket NBA ,ya, musim depan NBA tak akan lagi disemarakkan oleh aksi-aksi Kobe Bryant dan Tim Duncan. Bagaimana NBA tanpa kehadiran dua bintang tersebut?

Kobe (38 tahun) lebih dulu memutuskan pensiun sekitar pertengahan musim lalu. Bintang Los Angeles Lakers itu memutuskan gantung sepatu setelah 20 tahun berkarier di NBA.

Sebagai seorang pebasket, tak ada yang meragukan kualitas Kobe karena dialah nyawa Lakers dalam lebih dari satu dekade terakhir. Lima titel NBA dia berikan untuk Lakers, termasuk saat dia punya peran sangat besar membawa tim itu juara di tahun 2009 dan 2010. Tiga titel awalnya didapat di tahun 2000, 2001 dan 2002 bersama Shaquille O'Neal.

Sebelum pensiun, Kobe adalah pemegang dua kali MVP Final, 18 kali terpilih masuk All-Star dan empat kali jadi MVP All-star. Pemain berposisi shooting guard itu juga jadi top skorer ketiga NBA sepanjang masa dengan 33.643 poin.

Tak lama setelah musim lalu tuntas, muncul pengumuman mengejutkan dari San Antonio Spurs ketika bintangnya, Tim Duncan, juga mundur dari dunia yang membesarkan namanya.

Duncan merasa pengabdiannya selama 19 tahun bersama Spurs sudah cukup. Di usianya yang sudah menginjak 40 tahun, pemain berposisi power forward/center itu telah mengumpulkan lima titel NBA (1999, 2003, 2005, 2007, dan 2014), tiga kali MVP Final, dan 15 kali terpilih masuk NBA All-Star.

Meski tak bisa dipungkiri juga kalau NBA di era saat ini jadi milik Splash Brother (duet Stephen Curry dan Kyle Thompson) atau LeBron James, tapi tetap saja kepergian Kobe dan Duncan akan membuat NBA terasa janggal.

"Tentu saja berbeda, man. Seperti.... (berpikir agak lama). Saya menonton laga terakhir Kobe (Bryant) dan... rasanya sulit menerimanya sebab saya tumbuh di era Kobe, di era Tim Duncan. Tentu saja saya tidak mengira dia (Duncan) akan pensiun sekarang," ujar pebasket Charlotte Hornets, Marvin Williams, dalam perbincangan dengan detikSport di Fairmont Hotel, Senayan, Rabu (24/8/2016) siang WIB tadi.

"Tapi ketika akhirnya tahu dia pun pensiun, ya seperti itulah artinya NBA untuk saya, Kobe dan Tim Duncan. So, akan berbeda tentunya melihat Lakers tanpa Kobe musim depan, akan berbeda tentunya melihat Spurs tanpa Duncan. Meski demikian kedua tim itu tetap bagus," lanjut Williams. 
(mrp/din/sport.detik.com)
Read more...

Kalau Menyerah Lebih Baik Di Rumah Saja,Ungkap Rossi Dalam Semangatnya Kejar Marquez

0 komentar





Bukan Valentino Rossi namanya,kalau dia dengan tegas menyatakan semangat pantang menyerah dalam usaha mengejar Marc Marquez di papan klasemen, menjelang GP Inggris akhir pekan ini.

Sampai dengan seri ke-11 dari 18 balapan musim 2016, Marquez (Repsol Honda) bercokol di puncak klasemen dengan 197 poin. Rossi menjadi pengejar terdekat walaupun rider Movistar Yamaha itu masih terpaut 53 angka.

"Itu disayangkan karena kami memiliki potensi untuk bersaing dalam kejuaraan dunia kali ini. Saya tak beruntung dan juga membuat kesalahan-kesalahan sehingga kini jauh dari puncak klasemen," ucap Rossi di MotoGP.com.

"Jika di Mugello motornya tak bermasalah; kalau di Assen tak hujan saya bisa tampil amat tangguh; jika di Sachsenring tak hujan saya bisa bersaing memperebutkan kemenangan. Tapi itu semua jika dan kalau saja. Kami memiliki potensi tapi sayangnya kami kini tak punya poin yang cukup. Jadi target kami untuk balapan berikutnya adalah berusaha mempertahankan level ini dan secara khusus meraih poin.

"Dalam posisi tak diunggulkan seperti ini Anda tak bisa jauh-jauh memikirkan apa yang bakal terjadi di masa depan. Saya akan berusaha semaksimal mungkin dari satu balapan ke balapan berikutnya. Tapi Anda tahu, kan, bahwa dalam olahraga itu segalanya baru berakhir saat semuanya benar-benar tuntas. Jadi kalau kami kini sudah menyerah, lebih baik diam di rumah saja," sebutnya. 

Rossi menjadi pemenang terakhir di Silverstone. Musim lalu ia melintasi garis finis paling pertama dalam balapan yang diganggu guyuran hujan tersebut. Di balapan saat itu Marquez terjatuh dan tak dapat poin.(sport.detik.com)
Read more...
Rabu, 31 Agustus 2016

Sekilas Sepak Terjang Sepak Bola Indonesia

0 komentar






Bicara sepak bola,sudah pasti banyak orang dimuka bumi ini yang menyukainya terlepas apakah dia bisa atau tidak main bola.
Sepak bola adalah permainan olahraga dengan alat bola yang dimainkan oleh 2 tim. Masing masing tim terdiri dari sebelas pemain. Sepak bola hari ini dimainkan lebih dari 250 juta orang di dua ratus Negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sepak bola Indonesia juga sangat syarat akan cerita dan lika liku dalam kisahnya.
Sepak bola Indonesia dimulai sejak tahun 1914 kala Indonesia masih dalam masa Kolonial Hindia Belanda. Kompetisi kala itu masih ranah kota di Jawa yang hanya di juarai hanya dua tim yang dominan yaitu Batavia City dan Soerabaja City. Sejarah Sepak Bola Modern di tanah air dimulai dengan terbentuknya Organisasi yang dinamakan PSSI singkatan dari Persatuan Sepak Bola Indonesia.
PSSI didirikan pada tanggal 19 April 1930 di Yogyakarta dengan diketuai oleh Soeratin Sosroegondo. Walaupun PSSI dilahirkan di Jaman Kolonial belanda, namun Organisasi ini menentang Penjajahan.
ika dilihat dan di analisa saat sebelum, sesudah dan selama kelahirannya, PSSI dibidani Politisi bangsa yang langsung ataupun secara tidak langsung. Organisasi ini juga menjadi strategi memupuk benih benih nasionalisme pemuda di Tanah Air.
Setelah wafatnya ketua PSSI yang pertama, prestasi sepak bola Indonesia tidak terlalu memuaskan karena pembinaan tim nasional tidak di imbangi dengan pengembangan organisasi dan Kompetisi dalam negeri.
Pada era tahun 1970-an beberapa pemain Indonesia sempat bersaing di kancah Internasional seperti Ramang, Sucipto Suntoro, Ronny Pattinasarani dan juga Tan Liong Houw. Didalam perkembangannya, PSSI juga memperluas kompetisi sepak bola Indonesia diantaranya menggelar Liga super Indonesia, Divisi Utama, Divisi Satu dan juga Divisi Dua untuk pemain non Amatir dan juga divisi tiga untuk pemain amatir.
Selain itu, PSSI juga aktif dalam mengembangkan sepak bola Indonesia khususnya Wanita dalam kompetisi Umur Tertentu seperti U – 15 sampai U – 23. Namun sayang, dalam sejarah panjang Sepak Bola Indonesia tersebut, Indonesia masih belum mampu meraih Prestasi Sepak Bola Indonesia di Level Internasional.
Sepak Bola Indonesia membutuhkan Manajemen bola yang bertekat untuk merubah sepak bola nasional menjadi lebih baik kedepannya dan meraih prestasi di kancah Internasional.
(satujam.com)

Read more...

Akhirnya Persija Jakarta Dapat Pelatih Baru

0 komentar




Akhirnya Tim Ibukota Persija Jakarta resmi menunjuk Zein Al Hadad (mamak) sebagai pelatih baru, Rabu (31/8/2016). Hal itu diumumkan di akun Twitter resmi Persija.

"Muhamad Zein Al Hadad resmi menjadi pelatih kepala Persija mulai hari ini," tulis akun Twitter Persija.
Mamak, panggilan akrab Zein Al Hadad, merupakan mantan pesepak bola nasional pada 1980-an. Karier kepelatihan dia juga cukup panjang.
Dia pernah menjadi asisten pelatih tim nasional U-23. Dia juga pernah melatih Persijatim, Deltras Sidoarjo, dan Persida Sidoarjo.

Sejauh ini, Zein Al Hadad dikontrak untuk putaran kedua TSC. Ia merupakan pelatih terbaik Copa Dji Sam Soe 2009.
(bola.kompas.com)
Read more...
Senin, 29 Agustus 2016

Bus Bandros Pengangkut Pahlawan Olah Raga Ternyata Ada Kisahnya...

0 komentar




Buat sebagian masyarakat kota Bandung merupakan kebanggaan karena bus Bandros rasanya bukan barang asing. Tapi, buat sebagian masyarakat kehadiran bus bertingkat tidak beratap itu pastinya sesuatu hal baru dan menarik. Apalagi bus tersebut mengangkut para pahlawan olah raga, peraih medali di Olimpiade 2016 lalu, seperti Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, Sri Wahyuni dan Eko Yuli Irawan.

Sambutan hangat diberikan masyarakat. Tak hanya para pengendara atau masyarakat yang membanjiri jalanan, saat arak-arakan yang dilakukan selama dua hari itu. Anak-anak sekolah berbaris di sisi jalan hanya untuk melihat dan melambaikan tangan kepada duta bangsa di pentas dunia.

Namun, mungkin tidak ada yang menyangka kalau bus tersebut digagas oleh PT Bintang Toedjoe selaku produsen Extra Joss. Bus ini juga ikut mengarak Persib Bandung saat ISL musim 2014 silam.

Presiden Direktur Bintang Toedjoe Simon Jonatan mengaku hingga kini tidak menyangka jika ide spontannya mendapatkan perhatian dari pemerintah. Hanya dalam waktu kurang dari 12 jam, bus yang tidak terpakai di Bandung itu harus dilarikan ke Jakarta untuk diperbaiki sekaligus dihias.

"Saya sodorkan kepada menteri, agar dilakukan arak-arakan dan konvoi. Menteri pun setuju dan meminta bus terbuka dan kita pilih bus Bandros. Tapi yang buat tegang, persiapan itu kurang dari 12 jam. Karena bus harus diperbaiki dan dihias, posisinya juga ada di Bandung," kenang Simon. 

Lewat dukungan Kemenpora, Kepolisian serta Pemerintah Kota Bandung, bus yang semula berwarna biru muda itu pun sukses terparkir di halaman Kantor Kemenpora dan disulap dengan kombinasi warna merah putih. Selain itu, semua simbol negara juga disematkan dalam setiap sisi bus.

"Kemenpora minta bus itu diubah, didandanin nuansa 17-an. Kombinasi merah putih dan harus bisa dipakai dalam 12 jam ke depan. Jadi mirip cerita Roro Jonggrang dan Bandung Banduwoso, waktunya sedikit dan tidak ada kata tidak bisa buat para atlet kita," lanjutnya.

Walau ide berhasil dituangkan, Simon mengaku tidak lantas jemawa. Pihaknya justru berharap dapat terus membantu para atlet Indonesia untuk menorehkan prestasi, baik ditingkat nasional dan internasional.

"Kita hanya ingin agar semua atlet di semua cabang olah raga bisa berprestasi. Seperti bus ini, kami jelas bangga, walaupun kami tidak ikut di atas ataupun jadi supirnya," pungkas Simon.
(sports.sindonews.com)
Read more...

Berita Terbaru

 

Copyright © Monitor Jurnal