Anak berambut gembel adalah anak bajang titisan Eyang Agung Kaladate dan
Nini Ronce selaku leluhur warga suku Dieng. Karena dianggap titisan
dewa itulah, maka anak berambut gembel tidak boleh dipotong rambutnya
secara sembrono (asal). Jika rambut anak gembel dipotong tidak melalui
acara ritual yang khusus, maka si anak akan jatuh sakit dan dipercaya
akan mendatangkan bencana bagi keluarganya.
Festival ini diselenggarakan di dataran tinggi Dieng,
menampilkan berbagai pertunjukkan seni dan budaya dari penduduk lokal.
Ada upacara yang paling ditunggu-tunggu wisatawan, yakni ruwat rambut gimbal.
Di Dieng, beberapa anak memiliki rambut gimbal asli yang dilatar
belakangi oleh keyakinan dan mitos warga setempat. Pada puncak acara
DFC, rambut anak-anak yang gimbal secara alami tersebut akan dipotong
kemudian diupacarakan untuk dilarung ke sungai.
Wisatawan dapat
menyaksikan konser “Jazz atas awan”, festival lampion dan kembang api,
juga festival film. Jangan lupa untuk mencicipi minuman khas Dieng yakni
Purwaceng, menikmati kuliner khas seperti mie ongklok, tempe kemul dan manisan carica. Dieng Culture Festival akan dihelat pada bulan Agustus.
