Kawasan Danau Toba adalah kawasan yang sudah lama mati suri sebagai
tujuan wisata. Setiap tahun hanya dikunjungi sekitar 180 ribu sampai 200
ribu orang saja, padahal potensinya sangat luar biasa. Presiden
Republik Indonesia Joko Widodo telah memberikan target hingga tahun
2019, kunjungan wisata ke Danau Toba harus lebih dari satu juta orang
setiap tahun.
Bukan pekerjaan mudah memang, tetapi potensinya malah jauh di atas
target itu. Jika kunjungan wisata meningkat dari waktu ke waktu, kita
yakin pusat pertumbuhan ekonomi baru akan lahir di kawasan Danau Toba.
Perputaran uang akan meningkat, lowongan pekerjaan akan meningkat, daya
beli masyarakat akan meningkat serta kesejahteraan akan tercapai. Semua
ini membutuhkan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat.
Danau Toba mempunyai sejarah dan asal-usul yang unik berdasarkan
legenda cerita rakyat dan berdasarkan penelitian ilmiah. Dengan
ketinggian hampir 1 Kilometer di atas permukaan laut dan dilelilingi
oleh deretan gunung berapi yang merupakan bagian dari pegununungan bukit
barisan membuat Danau Toba begitu sejuk dan indah. Ada tujuh kabupaten
yang berada di sepanjang pinggiran Danau Toba. Banyak pohon enau dan
pinus yang tumbun subur di sekeliling Danau Toba menambah keindahan
danau ini. Di sebelah utara Danau Toba masih bisa dijumpai berbagai
fauna yang menarik hati, seperti lutung, orang utan dan beberapa jenis
monyet. Sedangkan di bagian selatan Danau Toba terdapat fauna yang
berbeda jenis seperti monyet lingur, tapir dan ingkir. Tentulah hal ini
juga unik karena danau ini seolah-olah berfungsi sebagai garis pemisah
ekologi fauna di sisi utara dan selatan Danau Toba.
Danau Toba yang berawal dari letusan gunung purba di Sumatera Utara
ini menjadi salah satu ikon wisata Indonesia dengan Pulau Samosir yang
menjadi salah satu primadonanya. Setiap tahun di tempat ini, Festival Danau Toba
diselenggarakan dengan menampilkan beragam atraksi seni budaya dan
wisata olahraga. Tahun ini, Festival Danau Toba akan diselenggarakan
pada bulan September.
Festival Danau Toba telah berlangsung sejak
2013. Kegiatan festival ini merupakan pengganti dari Pesta Danau Toba
yang sudah ada sejak 1983.
